Senin, 19 April 2010

Sekarang

Sekarang, apa kabarmu?
Sekarang, apa kau tlah ada yang miliki?
Sekarang, apa masih bisa bisa terulang?
Sekarang, apakah kau ingat aku

maafkan aku yang dulu menghianatimu
membohongimu,meninggalkan mu hanya karena sesuatu yang belum pasti,
sekarang, hanyalah tinggal penyesalan
dan sekarang, ku masih berharap kau masih mengingatku
dan melupakan sedikit kesalahan ku...
Tapi sayangnya sekarang aku tak tahu kau dimana!

Rabu, 07 April 2010

just my friend you are the fuck

kemarau di hati mu...
tidak ada lagi benih yang mau tumbuh
hujan pun tak akan menghampirimu
hanya teriknya akan slalu membakarmu

jangan palingkan wajah sombongmu itu
hanya akan membuat semuanya berantakan
ingat akulah dulu yang menyelamatkan mu
akulah dulu yang membawa mu ke sini

sekarang apa???
kau hanya akan jadi benalu
hanya akan menjadi sebagai batu sandungan orang lain
maaf kawan ini hanya sekedar kata-kata
mau di terima atau tidak!!!!
terserah..............

Senin, 05 April 2010

Kenangan ku

Semua bukan mau ku!
Semua itu harus bisa ku relakan
saat semua cinta ini hilang
saat kau tlah pergi tinggalkan diri ku
ku mencoba bangkit dan trus berdiri,di antara hujan dan topan yang menghadang langkah ku
ku harus kuat menghadapi ini,karena ku yakin kau pasti melihat ku,,
kasih akan ku jaga cinta ini,,akan ku berikan pada yg benar benar kan menjadi pendamping hidup ku,,
dan ku kan slalu mengingat dirimu
semoga kau pun mengerti bahwa hati ku sunyi setelah kau pergi
maafkan aku yg terlalu cepat berpaling,namun sekali lagi kasih cinta ku pada mu takkan berhenti
dan ku tahu aku telah jatuh ke dalam pelukannya...

Senin, 22 Maret 2010

sahabat q!!!






senangnya bila persahabatan ini terjaga sampai abadi, sahabat yang selalu ada dalam suka dan duka,,, saya mempunyai sahabat yang saya banggakan reena dan idar,, mereka berdua sahabat yang mengerti dengan keadaan ku,, kita selalu mengabiskan waktu bersama dari awal pagi ataupun sampai pagi lagi...hehehehehe...kecuali reena dia harus pulang jam 7 malam karena dia seorang perempuan yang harus pulang nutuk menyiapkan makan malam buat keluarganya,,, maklum dia anak perempuan satu-satunya yang tinggal bersama ke dua orang tua nya disini dan saudaranya semua pada di luar kota alias kuliah di luar daerah

sedangkan idar kami sering menghabiskan malam di atas atap rumahnya,,,kadang di teras hanya sekedar menikmati pamandangan laut malam hari ataupun menyaksikan bintang dan di temani sebotol beer dan sebatang rokok di tangan kanan, kami kadang berada di situ hinga pagi menjelang seperti kalong saja pagi siang tidur dan malam ber aktivitas,,,

ada juga sahabat ku yang bernama neny orang nya lumayan tomboy tapi dia punya perasaan yang sama seperti gadis-gadis lain pada umumnya alias masih mencari tambatan hati...heheheheh, sifatnya yang ingin mau tahu segalanya membuat kadang saya malas tapi dia orangnya sangat baik dan asyik di ajak ngobrol...

dan yang paling penting adalah my lovely ira dia yang paling tahu segala kehidupanku setelah ibu ku...dia perempuan yang saya cintay setelah ibu ku...

dan sahabat-sahabat ku yang lain, teman maen band ku disco 80anz yang selalu ada di hati ku...semoga band nya sukses!!!!

lakasa cave


hari ini untuk ketiga kali nya saya masuk ke ke gua lakasa....ternyata pemandangan di dalam nya masih sama seperti yang dulu,
pertama kali saya berkunjung ke gua lakasa sekitar 3 tahun lalu dan sekarang telah ada paerubahn sedikit yang membuat saya kecewa...di karenakan pintu masuk ke dalam gua telah di semen dan berlantaikan tehel...yang membuat gua semacam tidak alami lagi...tetapi pas masuk di dalam saya masih melihat panorama yang sama indah nya seperti 3 tahun lalu...

di dalam gua banyak sekali terdapat satalaktik dan stalakmit,,,jauh sekitar 300meter yerdapat semacam bongkah-bongkah es dan ber-air yang berbentuk kristal...sungguh pemandangan yang menakjubkan...benar-benar kuasa ALLAH SWT..., jalan yang terjal dan licin membuat saya merasa tertantantang untuk lebih masuk ke dalam gua dengan memakai alat seadanya saya berhasil menembus dinding dinding bebatuan yang telah beumur ribuan tahun itu...!!!!

tak terasa 3 jam di dalam gua sangat mengesankan,,,sebelum saya kembali ke mulut gua saya mematikan penerangan dan merasakan gelapnya gua....sungguh hening suasanya!!!saya berpikir suasana seperti inilah saat kita di kubur nanti...tak ada suara dan cahaya!!!!

sungguh kuasa tuhan....!!!!

Senin, 15 Maret 2010

hari ini tanggal 15 maret 2010, sdi mulai dari sore ini....
tujuan pertama adalah palagimata kantor walikota bau-bau,,, di sana bukan cuma sekedar kantor, tapi jika kita sudah sampai disana maka kita akan melihat keindahan kota bau-bau dari ujung kota sampai ujung kota!!!!maklum ketinggian bukitnya di atas rata-rata, dan tujuan kedua kami adalah benteng keraton buton,,,rencana berikutnya kami akan menelurusi goa lakasa yang terletak di kecamatan sulaa, goa yang di temukan oleh la kasa!!!

Rabu, 10 Februari 2010

keraton buton

Berebut mata uang, Salah satu daya tarik wisata di Buton adalah demonstrasi penyelaman coin atau barang apa saja oleh bocah-bocah setempat. Para bocah ketika memperebutkan coin di kolam pelabuhan Murhum Baubau, disaksikan puluhan ribu masyarakat Buton sendiri. Bila Anda sebagai seorang turis berkunjung ke Baubau, ibu kota Kabupaten Buton, jangan lupa mengantungi uang recehan (coin) secukupnya. Sebab di kolam pelabuhan Murhum Baubau, Anda pasti diminta melemparkan sesuatu oleh kawanan bocah yang sedang bermain-main di perairan kolam pelabuhan tersebut. Biasanya, orang memang melemparkan uang recehan lalu diperebutkan para bocah itu.

Permainan memperebutkan coin atau barang apa saja, semula hanya bisa dilihat di perairan Desa Baruta, Kabupaten Buton. Celah agak sempit yang memisahkan daratan Pulau Muna dan Pulau Buton itu adalah alur pelayaran lokal yang menghubungkan kota Baubau, Raha, dan Kendari sebagai ibu kota Propinsi Sultra. Pemandangan dunia anak-anak desa yang lugu dan lucu akan segera muncul setelah satu jam pelayaran dari Baubau menunju Raha, ibu kota Kabupaten Muna, atau sebaliknya menjelang satu jam sebelum kapal yang ditumpangi merapat di dermaga pelabuhan Murhum Baubau.

Di alur sempit itu setiap kapal yang lewat dihadang puluhan sampan kecil yang dijalankan bocah-bocah berumur di bawah 10 tahun. Mereka berlompatan ke laut sambil berteriak kepada penumpang kapal agar melemparkan apa saja, untuk diperebutkan melalui ketangkasan menyelam ke bawah permukaan laut.

Mereka berpakaian setengah telanjang. Bahkan ada yang tak berbusana sama sekali sehingga “burung” mereka tampak bergelantungan ketika berlompatan menukik ke bawah permukaan laut, untuk mendapatkan benda apa saja yang dilemparkan dari atas kapal.

Benda sekecil kelereng pun tak lolos dari tangan mereka karena kemahiran menyelam. Setiap kali mendapatkan benda itu, mereka perlihatkan kepada para penumpang sambil berteriak kegirangan, lalu minta lagi untuk dilemparkan barang apa saja. Sementara kapal terus melaju meninggalkan anak-anak tersebut.

Kini permainan anak-anak itu dapat juga disaksikan di kolam pelabuhan Baubau. Yaitu pada setiap kedatangan kapal penumpang milik Pelni di pelabuhan tersebut sebanyak 2-3 kali seminggu, dan pada setiap penyelenggaraan Festival Keraton Buton (Buton Palace Festival). Festival itu diprakarsai Bupati Buton Kolonel (Czi) Saidoe dan digelar secara rutin setiap tanggal 12-13 September.

BUTON dan kota Baubau khususnya menyimpan banyak pesona wisata. Selain wisata bahari, termasuk produk budaya bahari seperti penyelaman coin dan aneka tarian bernuansa laut, di sebuah bukit yang terletak 3 km selatan kota berdiri kukuh benteng keraton yang menjadi simbol kekuasaan Kesultanan Buton di masa lampau.

Banyak obyek menarik di dalam benteng Keraton Wolio itu. Di sana ada batu Wolio, batu popaua, masjid agung, makam Kaimuddin (Sultan Buton pertama), Istana Badia, dan meriam-meriam kuno.

Batu Wolio adalah sebuah batu biasa berwarna gelap. Besarnya kurang lebih sama dengan seekor lembu sedang duduk berkubang. Konon, di sekitar batu inilah rakyat setempat menemukan seorang putri jelita bernama Wakaa-Kaa yang dikatakan berasal dari Tiongkok.

Putri itu kemudian dijadikan pimpinan (ratu). Pelantikan raja tersebut dilakukan di atas batu popaua. Batu ini terletak sekitar 200 meter dari batu Wolio. Permukaan batu popaua hampir rata dengan tanah, namun mempunyai lekukan berukuran hampir sama dengan telapak kaki manusia. Di lekukan itulah putri Wakaa-kaa menginjakkan kaki kanannya sambil mengucapkan sumpah jabatan sebagai ratu di bawah payung yang diputar sebanyak tujuh kali.

Karena itu batu tersebut disebut batu popaua (batu tempat diputarkan payung raja). Tradisi pelantikan ratu atau raja di atas batu tersebut berjalan hingga di zaman kesultanan, bentuk pemerintahan kerajaan Buton setelah masuknya Islam.

Batu popaua terletak di kaki sebuah bukit kecil tempat berdirinya Masjid Agung Keraton Buton. Masjid ini dibangun tahun 1712 di masa pemerintahan Sultan Buton XIX bernama Lang Kariri dengan gelar Sultan Sakiuddin Darul Alam.

Masjid berukuran 21 kali 22 meter itu memiliki tiang bendera di sisi sebelah timur. Dalam tafsir Al Azhar karangan almarhum Buya Hamka disebutkan, tiang bendera itu juga digunakan sebagai tempat pelaksanaan hukuman gantung menurut hukum Islam.

Tetapi ada sedikit bau mistik di dalam masjid tua itu. Di belakang mimbar khatib atau di ujung kepala imam tatkala dalam keadaan sujud terdapat pintu gua yang disebut “pusena tanah” (pusat bumi) oleh orang-orang tua di Buton. Konon dari dalam gua itu keluar suara azan pada suatu hari Jumat. Peristiwa itu menjadi latar belakang pendirian masjid di tempat tersebut.

Ketika masjid itu direhabilitasi pada tahun 1930-an, pintu gua tadi ditutup dengan semen sehingga ukurannya lebih kecil menjadi sebesar bola kaki. Lubangnya diberi penutup dari papan yang bisa dibuka oleh siapa yang ingin melihat pintu gua itu.

Di salah sebuah kamar Kamali (istana) Badia, masih di kompleks keraton, terdapat meriam bermoncong naga. Menurut Drs H La Ode Manarfa (79), Sultan Buton ke-39, meriam bersimbol naga tersebut dibawa leluhurnya Wakaa-kaa dari Tiongkok sekitar 700 tahun silam. Meriam itu masih memiliki peluru dan masih bisa diledakkan.

Kamali Badia itu sendiri tidak lebih dari rumah konstruksi kayu khas Buton sebagaimana rumah anjungan Sultra di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Sesuai tradisi, rumah atau istana Kesultanan Buton harus dibuat keluarga sultan dengan biaya sendiri.

Ada juga istana di kota Baubau. Tetapi istana yang dulu cukup megah, kini tidak terawat lagi. Istana itu di awal kemerdekaan dipinjamkan untuk sekolah AMS (Amtenaar Middlebare School), lalu menjadi kampus Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan). Sesuai dengan fungsinya tersebut, maka Kamali Baubau disebut Istana Ilmiah. “Istana itu dibangun tahun 1922 dengan bantuan Belanda. Karena itu para sultan tak mau berdiam di situ,” ujar Manarfa.

Obyek lain yang tak kalah menariknya adalah benteng keraton sendiri. Benteng Keraton Buton yang aslinya disebut Keraton Wolio dibangun pada masa pemerintahan Sultan Buton VI (1632-1645), bernama Gafurul Wadudu. Benteng ini berbentuk huruf dhal dalam alpabet Arab yang diambil dari huruf terakhir nama Nabi Muhammad saw.

Panjang keliling benteng tersebut 3 kilometer dengan tinggi rata-rata 4 meter dan lebar (tebal) 2 meter. Bangunannya terdiri atas susunan batu gunung bercampur kapur dengan bahan perekat dari agar-agar, sejenis rumput laut. Luas seluruh kompleks keraton yang dikitari benteng meliputi 401.911 meter persegi.

Benteng Keraton Wolio memiliki 12 pintu gerbang dan 16 pos jaga (bastion). Tiap pintu gerbang (lawa) dan bastion dikawal empat sampai enam meriam. Pada pojok kanan sebelah selatan terdapat godana-oba (gudang mesiu) dan gudang peluru di sebelah kiri.

Keberadaan benteng tersebut membawa pengaruh hebat bagi eksistensi Kerajaan Islam Buton. Kesultanan ini mampu bertahan selama kurang lebih empat abad, tidak termasuk masa pemerintahan raja-raja non-Islam selama kurang lebih dua abad sebelumnya.

Bahkan benteng itu menjadi sumber motivasi dan semangat bagi generasi sekarang. Gubernur Kaimoeddin selalu mengajak kepada aparatnya untuk mencontoh etos kerja di zaman dulu. “Para leluhur kita dulu belum memiliki dana dan peralatan canggih tetapi kualitas hasil pembangunan mereka sangat mengagumkan. Mengapa kita tidak mampu berbuat seperti mereka,” katanya.

Sumber : www.buton.web.id

Peta Lokasi :